πŸ“£ Kodham Media
πŸ“š Shirah Nabawiyah

Hari tanggal : Ahad, 27 November 2016
🌝 27 Safar 1438 H
No. : 27/KOM/XI/2016
Tujuan. : Sahabat Kodham dan Umum

πŸ“šπŸ™‡πŸΌπŸ“šπŸ™‡πŸΌπŸ“šπŸ™‡πŸΌπŸ“šπŸ™‡πŸΌπŸ“šπŸ™‡πŸΌ

Muadz Bin Jabal – Pendakwah yang Paham Halal-Haram

πŸ“š Muadz bin Jabal bin Amr bin Aus al-Khazraji, dengan nama julukan β€œAbu Abdurahman” adalah salah satu sahabat nabi, seorang pemuda Anshar teladan, termasuk golongan Anshar yang pertama masuk Islam dan turut serta dalam baiatul Aqabah dua. Kepandaian dan kepahamannya dalam ilmu agama diakui oleh Rasulullah SAW dan banyak sahabat, Rasulullah SAW menyebutnya sahabat yang mengerti dalam masalah halal dan haram. Ia jyga merupakan periwayat hadist

πŸ“š Muadz bin Jabal Ia memeluk Islam pada usia 18 tahun, Ia mempunyai keistimewaan sebagai seorang yang sangat pintar dan berdedikasi tinggi. Allah mengaruniakan kepadanya kepandaian berbahasa serta tutur kata yang indah, Muadz termasuk di dalam rombongan yang berjumlah sekitar 72 orang Madinah yang datang berbai’at kepada Rasulullah. Setelah itu Muadz kembali ke Madinah sebagai seorang pendakwah Islam di dalam masyarakat Madinah. Ia berhasil mengislamkan beberapa orang sahabat yang terkemuka, misalnya Amru bin Al-Jamuh.
Memahami Al-Qur’an dengan baik

πŸ“š Pada waktu Nabi Muhammad berhijrah ke Madinah, Muaz senantiasa berada bersama dengan Rasulullah sehingga ia dapat memahami Al-Qur’an dan syariat-syariat Islam dengan baik. Ia adalah orang yang paling baik membaca Al-Qur’an serta paling memahami syariat-syariat Allah. Oleh sebab itulah Rasulullah memujinya dengan bersabda,

β€œYang kumaksud umatku yang paling alim tentang halal dan haram ialah Muaz bin Jabal.” (Hadist Tirmidzi dan Ibnu Majah).

πŸ“š Ia meriwayatkan hadist dari Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar dan meriwayatkan darinya ialah Anas bin Malik, Masruq, Abu Thufail Amir bin Wasilah. Selain itu, Muadz merupakan salah satu dari enam orang yang mengumpulkan Al-Qur’an pada zaman Rasulullah.

πŸ“š Mu’adz bin Jabal adalah orang yang paham tentang halal dan haram. Termasuk halal dan haram dalam transaksi dan perdagangan. Ia tidak mengenal bertransaksi dengan unsur maysir (spekulasi), ghoror (tipuan), gheis (curang) apalagi ikhtikar (menimbun barang) dan riba. Kekayaan yang didapat pun tak lebih dari buah ketekunan dan kecerdasan, yang mendapatkan taufiq dari ar-rozzaq Allah SWT, jauh dari segala syubhat apalagi yang haram.

πŸ“š Dalam suatu riwayat dijelaskan, ketika Umar datang ke rumahnya dan mengemukakan usulannya untuk membagi dua harta Mu’adz (membagi dua kekayaan Muadz dan menyerahkannya kepada negara, sebagai bentuk kehati-hatian Umar sebagai pengelola negara), Muadz pun menolak dengan argumen yang cerdas dan hujjah yang kuat. Diskusi hangat dua sahabat mulia itu pun berakhir dan Umar berpamitan meninggalkannya. Sungguh ia tidak hasad dan iri dengan kekayaan Muadz, tidak pula ia menuduh Muadz bermaksiat dengan mencari jalan haram dalam menumpuk kekayaan, namun ia hanya takut karena saat itu Islam sedang mengalami kejayaan dan kegemilangan, di luar sana banyak tokoh-tokoh yang memanfaatkan hal tersebut dengan bergelimang harta tanpa kejelasan sumber halalnya. Inilah yang ditakuti Umar, tidak lebih.

Sumber :
http://bit.ly/2gxVsyH

KONSULTASI
085259476549 (Ustadz Noor Rahmat)
089502816008
======================
FB : Komunitas Dhuha Ummat
FP : Komunitas Dhuha Ummat
Twiter :@DhuhaUmmat
Website : kodham.org
IG : @kodhamdhuhaummat
Line : kodham_
=======================
Cara gabung kodham
Ketik : Gabungkodham#nama#L/P#umur#noWA/PIN BBM#domisili#aktivitas
Kirim ke
⏩WA
Ikhwan : Abu Ali (085608533984)
Akhwat : Ummi Asih (085878400076)
Atau
⏩Open Link
https://chat.whatsapp.com/Hp5YJwloz40CNhs3YmBphO
=================
πŸ’°SEDEKAH KODHAM
🏧:
BSM (kode bank 451 )
Norek : 7083696413
a.n Rochiyat

πŸ“±Konfirmasi ke ukhti Ria (0899-9585-443)

Advertisements