Kodham Media
📚 Motivasi Istighfar

Hari tanggal : Jum’ at, 16 Desember 2016
🌝 16 Rabi’ul Awal 1438 H
No. : 16/KOM/XII/2016
Tujuan. : Sahabat Kodham dan Umum

🐠💦🐠💦🐠💦🐠💦🐠💦🐠💦

💦Syarat-Syarat Istighfar dan Taubat💦

🐠Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Sebagian mereka mengucapkan.

أَسْتَغْفِرُ اللّهَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ

“Aku mohon ampun kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla dan bertaubat kepada-Nya”.

🐠Tetapi kalimat-kalimat di atas tidak membekas di dalam hati, juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Sesungguhnya istighfar dan taubat jenis ini adalah perbuatan orang-orang pendusta.

🐠Para ulama -semoga Allah Shubhanahu wa ta’alla memberi balasan yang sebaik-baiknya kepada mereka- telah menjelaskan hakikat istighfar dan taubat.

Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan:

“Dalam istilah syara’, taubat adalah meninggalkan dosa karena keburukannya, menyesali dosa yang telah dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang bisa diulangi (diganti). Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna,” (Al-Mufradat fi Gharibil Qur’an, dari asal kata ” tauba” hal. 76).

🐠Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menjelaskan:

“Para ulama berkata, ‘Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah Shubhanahu wa ta’alla, yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga.

Pertama: hendaknya ia menjauhi maksiat tersebut.

Kedua: Ia harus menyesali perbuatan maksiat nya.

Ketiga: ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi.

🐠Jika salah satunya hilang, maka taubatnya tidak sah. Jika taubatnya itu berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat. Ketiga syarat di atas dan ditambah satu lagi, “Hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang tersebut. Jika berbentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. Jika berupa had (hukuman) tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalasnya atau meminta ma’af kepadanya. Jika berupa ghibah (menggunjing), maka ia harus meminta maaf,” (Riyadhus Shalihin, hal. 41-42).

Sumber:
الاستغفار والتوبة karya فضل إلهي ظاهر.
Sumber :
http://bit.ly/2fUoyM2

KONSULTASI
085259476549 (Ustadz Noor Rahmat)
089502816008
======================
FB : Komunitas Dhuha Ummat
FP : Komunitas Dhuha Ummat
Twiter :@DhuhaUmmat
Website : kodham.org
IG : @kodhamdhuhaummat
Line : kodham_
=======================
Cara gabung kodham
Ketik : Gabungkodham#nama#L/P#umur#noWA/PIN BBM#domisili#aktivitas
Kirim ke
⏩WA
Ikhwan : Abu Ali (085608533984)
Akhwat : Ummi Asih (085878400076)
Atau
⏩Open Link
https://chat.whatsapp.com/Hp5YJwloz40CNhs3YmBphO
=================
💰SEDEKAH KODHAM
🏧:
BSM (kode bank 451 )
Norek : 7083696413
a.n Rochiyat

📱Konfirmasi ke ukhti Ria (0899-9585-443)

Advertisements