πŸ“š SPIRIT DHUHA
πŸ“– Kajian Riyadhus Shalihin
============================
πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦

πŸ“‹ Bab 56

Keutamaan Lapar, Hidup Serba Kasar, Cukup Dengan Sedikit Saja Dalam Hal Makan, Minum, Pakaian Dan Lain-lain Dari Ketentuan-ketentuan Badan Serta Meninggalkan Kesyahwatan- kesyahwatan (Keinginan-keinginan Jasmaniyah)

πŸ“ Hadist 496

β—ˆ Dari Khalid bin Umar al-Adawi, katanya: Utbah bin Ghazwan berkhutbah kepada kita dan ia adalah menjabat sebagai gubernur di Bashrah. Ia bertahmid kepada Allah serta memuji-Nya, kemudian berkata: “Amma ba’du, sesungguhnya dunia ini sudah memberitahukan akan kerusakannya dan akan menyingkir dengan cepatnya, maka daripadanya itu tidak akan tertinggal melainkan sisanya yang sedikit sekati, sebagaimana sisanya wadah yang dikumpulkan isinya itu oleh pemiliknya. Sesungguhnya engkau semua pasti berpindah dari dunia ini, ke perumahan yang tidak akan ada lenyapnya -yakni kekal. Maka dari itu, berpindahlah dengan sebaik-baik bekal yang ada padamu semua.

β—ˆ Sesungguhnya saja telah disebutkan kepada kita – oleh Nabi SAW – bahwa sebuah batu yang dilemparkan dari tepi Jahanam itu lalu jatuh ke dalamnya sampai selama tujuhpuluh tahun, tetapi belum lagi mencapai dasarnya. Demi Allah, niscayalah Jahanam itu benar-benar akan dipenuhi, adakah engkau semua heran tentang itu? Juga niscayalah telah disebutkan kepada kita bahwasanya antara dua daun pintu dari beberapa daun pintu syurga itu adalah berjarak sejauh perjalanan empat puluh tahun.

β—ˆ Niscayalah pula akan datang terhadap syurga itu suatu hari bahwa ia menjadi penuh padat karena sesaknya – yakni berjejal-jejal orang hendak memasukinya. Saya sendiri telah mengalami bahwa diri saya termasuk yang ketujuh dari tujuh orang yang menyertai Rasulullah SAW, yang kita tidak memiliki makanan apapun, melainkan daun-daunan pohon, sehingga banyaklah luka-luka yang timbul di rahang kita, kemudian saya mendapatkan selembar kain, lalu saya sobeklah kain itu untuk dibagikan antara saya sendiri dengan Sa’ad bin Malik, jadi saya bersarung dengan separuh kain itu dan Sa’ad juga bersarung dengan separuhnya lagi.

β—ˆ Selanjutnya pada hari ini, seseorang di antara kita berdua itu tidaklah menjabat melainkan sebagai seorang gubernur dari sebuah daerah dari sekian banyak daerah yang ada. Sesungguhnya, saya mohon perlindungan kepada Allah kalau saya merasa dalam diri sendiri itu sebagai orang yang agung, sedang di sisi Allah hanyalah kecil belaka.” (HR. Muslim)

⇨ Ucapannya adzanat, dengan madnya alif, artinya memberitahukan. Shurmun dengan dhammahnya dhad yaitu putus atau lenyap Wallat hadzdzaa dengan ha’ muhmalah yang difathahkan lalu dzal mu’jamah musyaddadah lalu alif mamdudah, artinya cepat. Ashshubabah dengan dhammahnya shad muhmalah, artinya sisa yang sedikit. Yatashabbuba dengan syaddahnya ba’ sebelum ha’ artinya mengumpulkannya. Alkazhizh, artinya yang banyak serta penuh padat. Qarihat dengan fathahnya qaf dan kasrahnya ra’, artinya di tempat itu banyak luka-lukanya.

#ShalatYuk
#ShalatDhuhaYuk
#DhuhaUmmat

πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦
============================
πŸ“¬ Bagi Sahabat Kodham yang punya bakat menulis tentang Pengalaman Pribadi Terkait Shalat Dhuha dan ingin berbagi dengan Kodhamer, kirimkan cerita inspiratifnya dengan mencantumkan :

Nama#Group Kodham

Silahkan kirimkan via WhatsApp ke :
(Akhawat) : Ukh Siro
☎ 085624807925
(Ikhwan) : Akh Abdy
☎ 085261451417
❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁

Advertisements