πŸ“š SPIRIT DHUHA
πŸ“– Kajian Riyadhus Shalihin
============================
πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦

πŸ“‹ Bab 56

Keutamaan Lapar, Hidup Serba Kasar, Cukup Dengan Sedikit Saja Dalam Hal Makan, Minum, Pakaian Dan Lain-lain Dari Ketentuan-ketentuan Badan Serta Meninggalkan Kesyahwatan- kesyahwatan (Keinginan-keinginan Jasmaniyah)

πŸ“ Hadist 516

●‒‒ Dari Abu Abdillah bin Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhuma, katanya: Kita dikirimkan oleh Rasulullah SAW – ke medan peperangan – dan mengangkat Abu Ubaidah r.a. sebagai amir – panglima – untuk memimpin kita, guna menemui kafilah orang-orang Quraisy. Kita semua membawa bekal sebuah tempat berisi kurma dan kita tidak menemukan selain itu. Abu Ubaidah memberikan kita sekurma demi sekurma. Kepada kita ditanyakan – oleh orang lain: “Bagaimanakah engkau semua berbuat dengan sebiji kurma itu.” Jawabnya: “Kita mengisapnya sebagaimana seorang anak bayi mengisap tetek. Kemudian, kita minum air setelah itu. Keadaan sedemikian ini mencukupi kita untuk sehari itu sampai malam. Kita juga memukul daun-daunan dengan tongkat-tongkat kita, lalu kita basahi dengan air, kemudian kita makanlah itu. Seterusnya kita berangkat ke pantai laut, lalu tampaklah di atas kita di pantai laut tadi, seolah-olah seperti tumpukan pasir yang besar, lalu kitapun mendatanginya. Tiba-tiba yang tampak itu adalah seekor binatang yang dinamakan ikan lodan – hiu. Abu Ubaidah lalu berkata: “Bangkai,” kemudian ia berkata lagi: “Oh tidak – maksud-nya tidak haram diambil dagingnya untuk dimakan. Bahkan kita ini adalah utusan-utusan dari Rasulullah SAW dan dalam berjuang fisabilillah. Engkau semua adalah dalam keadaan terpaksa. Maka dari itu makanlah olehmu semua.” Kita semua berdiam – sambil makan ikan tersebut – dalam waktu sebulan lamanya dan jumlah kita seluruhnya adalah tigaratus orang, sehingga kita semuapun menjadi gemuklah. Niscayalah saya melihat bahwa kita semua menciduk dari lobang matanya itu dengan beberapa gayung akan minyaknya dan kita memotong daripadanya itu beberapa potongan daging sebesar lembu atau sekira selembu-selembu besarnya. Sungguh-sungguh Abu Ubaidah menyuruh seseorang dari kita sebanyak tigabelas orang, diperintah olehnya supaya duduk dalam lobang matanya dan supaya mengambil tulang rusuknya, lalu ditegakkan dan dimuatkan pada unta yang terbesar yang ada beserta kita. Ia berjalan di bawahnya. Kita juga mengambil bekal dari dagingnya yang telah djkeringkan – dijadikan dendeng.

●‒‒ Setelah kita semua datang di Madinah, kita mendatangi Rasulullah SAW, lalu kita ceriterakanlah hal itu kepada beliau, lalu beliau bersabda: “Itu adalah rezeki yang dikeluarkan oleh Allah untukmu semua. Adakah engkau semua membawa sedikit dagingnya, supaya dapat memberikan sedekahnya untuk makanan kita?” Kita semua mengirimkan kepada Rasulullah SAW sebagian dagingnya itu, kemudian, beliau SAW memakannya.” (HR. Muslim)

●‒‒ Al-Jirab ialah wadah dari kulit yang sudah dapat dimaklumi. Lafazd ini dibaca dengan kasrahnya jim atau boleh pula dengan fathahnya, tetapi dengan kasrah adalah lebih fashih. Namashshuha dengan fathahnya mim. Al-Khabath ialah daun-daunan dari pohon yang dikenal dan dimakan oleh unta. Alkatsib ialah timbunan dari pasir. Alwaqbu dengan fathahnya wawu dan saknahnya qaf dan sesudahnya itu ialah ba’ muwahhadah, ialah lobang mata. Alqilal ialah gayung. Aifidar dengan kasrahnya fa’ dan fathahnya dal yaitu beberapa potong. Rahala ba’ira yaitu memberikan beban pada unta. Alwasyaiq dengan syin mu’jamah dan qaf ialah daging yang dipotong- potong untuk dikeringkan.

●‒‒ Wallahu a’lam.

#ShalatYuk
#ShalatDhuhaYuk
#DhuhaUmmat

πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦
============================
πŸ“¬ Bagi Sahabat Kodham yang punya bakat menulis tentang Pengalaman Pribadi Terkait Shalat Dhuha dan ingin berbagi dengan Kodhamer, kirimkan cerita inspiratifnya dengan mencantumkan :

Nama#Group Kodham

Silahkan kirimkan via WhatsApp ke :
(Akhawat) : Ukh Siro
☎ 085624807925
(Ikhwan) : Akh Abdy
☎ 085261451417
❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁

Advertisements