πŸ“š SPIRIT DHUHA
πŸ“– Kajian Riyadhus Shalihin
============================
πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦

πŸ“‹ Bab 56

Keutamaan Lapar, Hidup Serba Kasar, Cukup Dengan Sedikit Saja Dalam Hal Makan, Minum, Pakaian Dan Lain-lain Dari Ketentuan-ketentuan Badan Serta Meninggalkan Kesyahwatan- kesyahwatan (Keinginan-keinginan Jasmaniyah)

πŸ“ Hadist 518

●‒● Dari Jabir r.a., katanya: Sesungguhnya kita semua pada hari khandak – menggali tanah untuk perlindungan diri sebelum timbulnya peperangan dan peperangan di waktu itu disebut perang khandak, artinya parit, kita semua menggali. Kemudian, pada penggalian itu terhalang oleh adanya gumpaian tanah yang keras. Para sahabat satna mendatangi Nabi SAW, lalu berkata: “Tanah keras ini menghalang-halangi untuk kelanjutan penggalian parit.” Beliau SAW lalu bersabda: “Saya akan turun.” Selanjutnya beliau SAW terus berdiri, sedang perut beliau itu diikat di situ dengan sebuah batu – karena kelaparan. Kita semua memang sudah selama tiga hari itu tidak merasakan rasa makanan apapun. Nabi SAW lalu mengambil cangkul, terus memukulnya, maka kembalilah tanah keras itu bagaikan tumpukan pasir yang hancur-lebur. Kemudian, saya berkata: “Ya Rasulullah, berilah saya izin untuk pulang ke rumah.” Seterusnya saya lalu berkata kepada isteriku: “Saya telah melihat sesuatu dalam diri Nabi SAW – yakni pengganjalan perut dengan batu itu – yang tidak dapat disabarkan lagi. Maka adakah engkau mempunyai sesuatu – yang dapat dimakan?” Isterinya menjawab: “Saya mempunyai gandum dan kambing perempuan. Kambing itu lalu saya sembelih, sedang isteriku menumbuk gandum, sehingga dagingnya itu kita letakkan dalam periuk. Kemudian, saya mendatangi Nabi SAW, sedangkan adukan makanan itu telah pecah – yakni sudah lumat dan halus – dan kuali yang ada di antara batu-batu itu telah hampir masak isinya. Saya berkata kepada beliau SAW: “Saya mempunyai sedikit makanan ya Rasulullah, maka dari itu silakan Tuan berdiri – yakni pergi ke tempat saya – bersama seorang atau dua orang saja. Beliau bertanya: “Berapa banyaknya itu?” Saya menyebutkan sebagaimana adanya – yakni kambing dengan gandum yang cukup untuk beberapa orang saja. Beliau SAA lalu bersabda: “Banyak itu dan enak sekali, Katakanlah kepada isterimu, janganlah diangkat dulu periuknya, juga jangan pula diambil roti itu dari dapur, sehingga saya datang nanti.”

●‒● Seterusnya, beliau SAW bersabda: “Berdirilah engkau semua,” maka berdirilah semua kaum Muhajirin dan Anshar – yang ikut membuat parit. Saya masuk kepada isteriku lalu saya berkata: “Celaka ini. Nabi SAW datang dengan semua kaum Muhajirin dan Anshar, jadi semua yang menyertainya.” Isterinya berkata: “Adakah beliau menanyakan banyaknya makanan?” Saya berkata: “Ya.”

●‒● Seterusnya, Rasulullah SAW bersabda: “Masuklah engkau se-kalian dan jangan berjejal- jejalan.” Beliau SAW mulai memotong roti dan diberikanlah pula di situ dagingnya dan selalu menutupi periuk dan dapur itu apabila beliau mengambil daripadanya dan mendekatkan kepada sahabat-sahabatnya itu, kemudian ditariklah kualinya itu -sesudah diambilkan isinya. Tidak henti- hentinya beliau SAW memotong roti itu dan menciduk kuah sehingga sekalian sahabatnya itu kenyang semua dan masih ada pula sisanya dalam kuali. Kemudian, beliau SAW bersabda: “Makanlah ini dan berikanlah hadiah – kepada orang-orang lain seperti tetangga, sebab sesungguhnya para manusia itu terkena bencana kelaparan.” (Muttafaq ‘alaih)

#ShalatYuk
#ShalatDhuhaYuk
#DhuhaUmmat

πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦β˜€πŸ’¦
============================
πŸ“¬ Bagi Sahabat Kodham yang punya bakat menulis tentang Pengalaman Pribadi Terkait Shalat Dhuha dan ingin berbagi dengan Kodhamer, kirimkan cerita inspiratifnya dengan mencantumkan :

Nama#Group Kodham

Silahkan kirimkan via WhatsApp ke :
(Akhawat) : Ukh Siro
☎ 085624807925
(Ikhwan) : Akh Abdy
☎ 085261451417
❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁

Advertisements