๐Ÿ“ฃ Kodham Media
๐Ÿ“š Motivasi Shalat Dhuha

Hari tanggal : Selasa, 31 Januari 2017
๐ŸŒ 03 Jumadil Awal 1438 H
No. : 31/KOM/I/2017
Tujuan. : Sahabat Kodham dan Umum

๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒบ

๐Ÿ’ฆ Shalat Dhuha (Dalam Sebuah Tinjauan) Part 6/7 ๐Ÿ’ฆ

Teriwayatkan dalam hadits-hadits shahih di atas dan hadits-haits berikut.

๐Ÿ Hadits Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi SAW Sebagian kita sudah tak asing lagi dengan sholat sunnah yang satu ini. Namun pengetahuan belum menunjukkan sebuah perbuatan, sebuah pengamalan dalam beribadah. Hal ini bisa jadi karena kita malas, tak punya waktu mengerjakannya, tidak tahu bagaimana cara melaksanakannya, tak tahu segenap keutamaannya (fadilah) yang tersembunyi didalamnya. Dan memang Allah memberikan rahasia besar dibalik sholat dhuha ini. Seperti halnya sholat lail (qiyamullail) yang disunnahkan di sepertiga malam terakhir, dimana banyak orang asyik masyuk terlelap dengan tidur malamnya. Sehingga komunikasi dengan Allah menjadi sangat intim seperti halnya sepasang suami istri yang sedang merenda kasih. Juga sholat dhuha, yang disunnahkan saat matahari naik sampai menjelang siang, dimana banyak orang sudah mulai asyik dengan kesibukan kerja masing-masing. Dan lagi-lagi Allah memberikan fasilitas komunikasi langsung tanpa hambatan kepada kita yang mau melaksanakan sholat dhuha ini.

๐ŸAbu Hurairah r.a. meriwayatkan : “Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :
a). agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan
b). melakukan sholat dhuha dua raka’at dan
c). melakukan sholat witir sebelum tidur.”
(H.R. Bukhari & Muslim)

๐ŸDi hadits yang lain dikatakan bahwa Mu’azah al Adawiyah bertanya kepada Aisyah binti Abu Bakar r.a : “apakah Rasulullah SAW melakukan sholat dhuha ? “Aisyah menjawab,” Ya, Rasulullah SAW melakukannya sebanyak empat raka’at atau menambahnya sesuai dengan kehendak Allah SWT. (H.R. Muslim,an-Nasa’ i, at-Tirmizi, dan Ibnu Majah).

๐ŸDemikianlah hadits hadits tersebut meneguhkan ihwal kesunnahan sholat dhuha. Status sunnah sholat dhuha di atas tentu saja tidak berangkat dari ruang kosong.

๐ŸBerdasarkan tinjauan agama, paling tidak beragam keutamaanya (fadilah ) yang bisa ditarik :

Pertama
Sholat dhuha merupakan ekspresi terimakasih kita kepada Allah SWT, atas nikmat sehat bugarnya setiap sendi tubuh kita. menurut Rasulullah SAW, setiap sendi di tubuh kita berjumlah 360 sendi yang setiap harinya harus kita beri sedekah sebagai makanannya. Dan kata Nabi SAW, sholat dhuha adalah makanan sendi-sendi tersebut. “Pada setiap manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya. “Lalu, para sahabat bertanya : – “Ya Rasulullah SAW, siapa yang sanggup melakukannya ? โ€Rasulullah SAW menjelaskan : “Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu ( yang dapat mencelakakan orang ) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka sholat dhuha dua raka’at, dapat menggantikannya” ( H.R. Ahmad bin Hanbal dan Abu Daud )

Kedua
Sholat dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan nikmat Allah sepanjang hari yang akan dilalui, entah itu nikmat fisik maupun materi. Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali kali engkau malas melakukan sholat empat raka’at pada pagi hari, yaitu sholat dhuha, niscaya nanti akan Kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya.” ( H.R. al-Hakim dan at-Tabrani).
Lebih dari itu, momen sholat dhuha merupakan saat dimana kita mengisi kembali semangat hidup baru. Kita berharap semoga hari yang akan kita lalui menjadi hari yang lebih baik dari hari kemarin. Disinilah, ruang kita menanam optimisme hidup. Bahwa kita tidak sendiri menjalani hidup. Ada Sang Maha Rahman yang senantiasa akan menemani kita dalam menjalani hidup sehari-hari.

Ketiga
Sholat dhuha sebagai pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan (Kiamat) nanti. Hal ini ditegaskan Nabi SAW dalam haditsnya, “Barangsiapa melakukan sholat fajar, kemudian ia tetap duduk ditempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan sholat dhuha sebanyak dua raka’at, niscaya Allah SWT, akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnyaโ€ (H.R.al-Baihaqi)

Keempat
Bagi orang yang merutinkan shalat dhuha, niscaya Allah mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah SAW bersabda, โ€œDi dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha (pintu dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).
Bila menilik serangkaian fadilah di atas, cukup beralasan, bila Nabi SAW menghimbau umatnya untuk senantiasa membiasakan diri dengan sholat dhuha ini. Kendati demikian, untuk meraih fadilah tersebut, beberapa tata cara pelaksanaannya, kiranya perlu diperhatikan.

Kelima
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah….(Shahih al-Targhib: 673).
Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna” (Shahih al-Jami`: 6346).

Keenam
๐ŸŒžPada kesempatan ini, anda saya ajak untuk melihat salah satu bukti tentang manfaat shalat dhuha untuk meningkatkan sebuah prestasi. Peristiwa ini meliputi semua bidang, misalnya bagi pekerja disebuah perusahaan, baik swasta maupun negeri yang mengalami stress, atau bagi pelajar yang yang stress mengikuti pelajaran di sekolah.
๐ŸŒžDalam uraian ini anda akan saya ajak untuk membahas shalat dhuha yang tenyata membawa pengaruh positif terhadap penurunan stres dan lebih jauh untuk membuktikan bahwa shalat dhuha ternyata dapat digunakan sebagai pendekatan untuk mengubah perilaku maladjusment (ketidakmampuan menyesuaikan diri) akibat stress tersebut. Shalat dhuha dipilih menjadi teknik untuk mengubah perilaku maladjusment akibat stress dalam konteks belajar mengajar disekolah didasarkan oleh dua pertimbangan yaitu,
๐ŸŒžpertama pertimbangan normatif, sebagaimana dinyatakan oleh Allah SWT dalam Firman Nya bahwa โ€Shalat dapat membawa ketenanganโ€ (Q.S. Ar-Raโ€™d; 28). ๐ŸŒžKedua, pertimbangan praktis, yaitu waktu shalat dhuha yang dimulai dari terbitnya matahari sampai dengan menjelang datangnya waktu shalat dzuhur, memungkinkan dapat dijalankan oleh siswa maupun mahasiswa, para pekerja perusahaan-perusahaan atau siapaun dengan cara memanfaatkan waktu istirahat. Apabila shalat dhuha dijalankan dengan ikhlas, dapat memperbaiki emotional positif , yang dari sisi medis jika kita jalankan secara kontiniu, tepat gerakannya, khusyuโ€™, dan ikhlas dapat memelihara immunitas tubuh, respon ketahanan tubuh yang baik dapat membuat individu terhindar dari infeksi, resiko terkena berbagai penyakit.

Sumber :
http://bit.ly/2hIC0z9

KONSULTASI
+85259476549 (Ustadz Noor Rahmat)
======================
FB : Komunitas Dhuha Ummat
FP : Komunitas Dhuha Ummat
Twiter :@DhuhaUmmat
Website : kodham.org
IG : @kodhamdhuhaummat
Line : kodham_
=======================
Cara gabung kodham
Ketik : Gabungkodham#nama#L/P#umur#noWA/PIN BBM#domisili#aktivitas
Kirim ke
โฉWA
Ikhwan : Abu Ali (085608533984)
Akhwat : Ummi Asih (085878400076)
Atau Open Link
https://chat.whatsapp.com/Hp5YJwloz40CNhs3YmBphO
โฉBBM
Ukh Indri ( D26AE7A8)
==================
====๐Ÿ’ฐSEDEKAH KODHAM ๐Ÿ’ฐ====

๐Ÿ’ฐ๐Ÿง:
BSM (kode bank 451 )
Norek : 7083696413
a.n Rochiyat

๐Ÿ“ฑKonfirmasi ke ukhti Ria (0899-9585-443)

Advertisements