๐Ÿ“ฃ Kodham Media
๐Ÿ“š Motivasi Sedekah

Hari tanggal : Rabu, 12 April 2017
๐ŸŒ 15 Rajab1438 H
No. : 12/KOM/IV/2017
Tujuan. : Sahabat Kodham dan Umum

๐ŸŒท๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ

๐ŸŽฏCerita sedekah sadarkan sopir bergaji kecil๐ŸŽฏ
๐ŸŽฏSedekah dapat berarti pemberian dari seorang Muslim kepada orang lain secara ikhlas, tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Dalam Alquran, Allah SWT menjelaskan balasan yang diberikan kepada hambanya yang senantiasa berbuat kebaikan, termasuk sedekah.

๐ŸŽฏ”Barangsiapa datang dengan (membawa) satu kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat. Barangsiapa datang dengan (membawa) satu kejahatan, maka tiadalah ia dibalasi, melainkan dengan seumpamanya sedang mereka itu tiada teraniaya,” surrah Al-An’am ayat 160.

๐ŸŽฏBanyak kisah nyata yang dapat kita teladani, sebagai penyemangat untuk melakukan sedekah. Seperti kisah seorang sopir yang selalu mengeluh dan merasa pendapatannya selalu kurang, tidak sebanding dengan pengeluarannya.

๐ŸŽฏSetelah bekerja cukup lama sebagai sopir bos perusahaan swasta, sebut saja Karyo, selalu mengeluh dengan pendapatan bulanannya. Menurutnya dengan gaji Rp 800 ribu per bulan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan lima anak-anaknya yang masih kecil.

Karyo selalu menyambut pagi hari dengan malas, dia hanya semangat jika waktu gajiannya tiba. Menurutnya memikul beban lima anak bukan perkara mudah, selain biaya sekolah, Karyo juga dituntut untuk memenuhi kebutuhan sekunder anak-anaknya. Seperti pakaian, peralatan sekolah, hingga uang jajan.

Hal ini belum termasuk urusan ‘mengepulkan asap’ dapur. Dalam setahun, Karyo bisa menghitung berapa kali keluarganya makan daging kambing atau sapi. Untuk Karyo, yang penting keluarganya tidak kelaparan dan tidak mengemis di jalanan. Urusan makan enak, nanti saja.

Karena inilah, Karyo selalu mengeluhkan gajinya. Meski demikian, nyatanya Karyo tidak berani mengadu ke bosnya. Dia menyadari pekerjaan sopir yang dilakoninya, terlebih ijazah yang tidak mumpuni. Dia selalu mengurungkan niatnya jika harus membicarakan gaji, takut malah kena PHK.

๐ŸŽฏHingga akhirnya Karyo memberanikan diri mengadukan nasibnya kepada salah satu ustaz yang tersohor. Awalnya Karyo mengenal ustaz itu pada suatu pagi ketika dia melihat sang ustaz berceramah pada salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. Sang ustaz selalu berceramah akan pentingnya dan manfaat bersedekah. Tertarik, Karyo mencatat alamat tempat ustaz itu berada.

Saat bertemu dengan ustaz, tanpa banyak basa-basi, Karyo langsung menceritakan permasalahannya. “Ustaz, gaji saya cuma Rp 800 ribu per bulan, padahal anak saya lima. Saya ingin naik gaji menjadi Rp 1,5 juta,” kata Karyo memberanikan diri.

Mendengar keluhan Karyo, sang ustaz hanya tersenyum sambil mengajak Karyo untuk bersyukur terhadap semua yang telah Allah SWT berikan kepadanya selama ini.

๐ŸŽฏDisela obrolan itu, ustaz menyarankan Karyo untuk membuka Alquran surrah Al-An’am ayat 160 dan Ath-Thalaaq ayat 7, keduanya merupakan surrah anjuran melakukan sedekah.

Mendapati perintah dari sang ustaz, buru-buru Karyo menutup Alquran langsung memotong percakapan sambil berkata “Kapan ayat-ayat itu dibaca dan berapa kali ustaz?”

Mendengar jawaban Karyo, ustaz sedikit kesal. Niatnya memberikan solusi yang benar, ditanggapi Karyo sebagai mekanisme ritual untuk mendapatkan kekayaan.

Segera ustaz meminta Karyo untuk mengeluarkan dompetnya. Meski dompetnya terdapat banyak lipatan untuk menyimpan uang dan kartu-kartu, dompet Karyo sangat tipis, hal ini karena tidak adanya kartu ATM atau kredit yang dimilikinya. Hanya uang sejumlah Rp 100 ribu yang terlipat.

Sambil mengambil uang lipatan Rp 100 ribu, ustaz bertanya “Ikhlas tidak kamu, jika uang ini saya sedekahkan?” “Ikhlas” jawab Karyo sambil menganggukkan kepalanya. Namun, karena jumlahnya cukup besar pada anggukan ke sekian kalinya, telihat Karyo nampak ragu.

Melihat keraguan Karyo, ustaz berkata, “Dalam tujuh hari masa kerja, akan ada balasan dari Allah SWT, jika tidak uangnya saya kembalikan.”

Mulailah sejak saat itu Karyo rajin menghitung hari dan bersemangat menjalani pekerjaannya. Pada hari pertama, tidak ada keajaiban yang menghampirinya, begitu juga hari kedua. Bahkan pada hari ketiga, Karyo mengaki uangnya sebesar Rp 25 ribu hilang.

Melihat tidak ada perubahan, Karyo mendatangi sang Ustadz lagi sambil menagih janji dan menceritakan kehilangan uangnya. Ustadz hanya tersenyum dan menceritakan kl uang yg diambilnya dari dompet Karyo, ternyata berjumlah Rp 125 ribu. Karena kondisi uang yg terlipat, sehingga tdk mengetahui jika yg Rp 25 ribu juga keikut.

๐ŸŽฏPada hati keempat Karyo mengantar bosnya ke Jawa Tengah selama 4 hari. Sambil harap harap cemas menerima amplop coklat dari bosnya . ” Ini hadiah untuk istri kamu yg kesepian di rumah “.

Sesampainya di rumah, Karyo membuka amplop itu. Dilihatnya uang ratusan sejumlah Rp 1,5 juta. Seketika itu Karyo menyadari kebenaran suray Al An’am : 160. Setelah kejadiab itu Karyo lebih sering bersedekah tanpa mempermasalahkan besaran gaji.

Sumber :
http://bit.ly/2o4z56R

KONSULTASI
+85259476549 (Ustadz Noor Rahmat)
======================
FB : Komunitas Dhuha Ummat
FP : Komunitas Dhuha Ummat
Twiter :@DhuhaUmmat
Website : kodham.org
IG : @kodhamdhuhaummat
Line : kodham_
=======================
Cara gabung kodham
Ketik : Gabungkodham#nama#L/P#umur#noWA/PIN BBM#domisili#aktivitas
Kirim ke
โฉWA
Ikhwan : Abu Ali (085608533984)
Akhwat : Ummi Asih (085878400076)

Atau Open Link
https://chat.whatsapp.com/Hp5YJwloz40CNhs3YmBphO
โฉBBM
Ukh Indri ( D26AE7A8)
==================
====๐Ÿ’ฐSEDEKAH KODHAM ๐Ÿ’ฐ====

๐ŸงBSM (Kode Bank 451)
Norek:7083696413
a.n Rochiyat

๐Ÿ“ฑKonfirmasi ke Ummi Asih
(085878400076)
โ โ โ โ 10:11โ โ โ โ โ 

Advertisements